Meningioma Foramen Magnum pada Kehamilan

Panggulu Prakarso*, Mudjiani Basuki**
* Peserta PPDS I Neurologi FK Universitas Airlangga/RSUD Dr Soetomo Surabaya
** Staf pengajar SMF/Departemen Neurologi FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Abstract

         Latar Belakang: Meningioma foramen magnum (FM) adalah neoplasma yang berasal dari sel araknoid di craniospinal junction. Insiden terjadinya meningioma FM 1% hingga 3,2% dari seluruh meningioma, sedangkan meningioma pada kehamilan sangat jarang terjadi. Hormon seks dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan meningioma. Tujuan kami melaporkan kasus langka pasien dengan meningioma foramen magnum pada kehamilan. Laporan Kasus: Wanita usia 37 tahun G2P1001 30/31 minggu dengan keluhan rasa kesemutan dan kelemahan pada keempat anggota gerak dan ngompol. Pemeriksaan fisik didapatkan tetraplegi tipe UMN, hiposetesi setinggi dermatome C2, hiperreflek serta inkotensia urin dan alvi, Refleks Hoffman-Tromer dan Babinski positif. Karnofsky Perfoming Scale (KPS) adalah 40%. MRI cervical tanpa kontras terdapat lesi intradural ekstramedula di foramen magnum berukuran 1,6 x 2,4 x 2,7 cm. Kesimpulan: Meningioma FM pada kehamilan merupakan kasus yang jarang. Penurunan kadar Hcg, ketiadaan LH dan FSH serta peningkatan progesteron selama kehamilan mempengaruhi progresivitas meningioma FM. MRI servikal memegang peranan penting dalam penegakan diagnosis. Operasi merupakan pilihan terapi utama.

Kata kunci:
Meningioma foramen magnum, Kehamilan, MRI, Operasi.

Daftar Pustaka

  1. Bruneau M, George B. Classification system of foramen magnum meningiomas. Journal of craniovertebral junction & spine. 2010;1(1):10–7.
  2. Arredondo N, Duckwoth EAM, Nichols TA, Witslow J, Youssef AS. Tumor. In: Greenberg MS , editor. Handbook of neurosurgery. 7th ed. Florida: Greenberg Graphics Inc; 2010. 492–3
  3. Boulton MR, Cusimano MD. Foramen magnum meningiomas: concepts, classifications, and nuances. Neurosurgical Focus. 2003;14(6):1–8.
  4. Saitoh Y, Oku Y, Izumoto S, Go J. Rapid growth of a meningioma during pregnancy: relationship with estrogen and progesterone receptors–case report. Neurologia medico-chirurgica. 1989;29(5):440–3.
  5. Jung TY, Jung S, Kim IY, Kang SS. Foramen magnum meningioma originating from the dentate ligament. Acta neurochirurgica. 2009;151(4):385–8.
  6. Cioffi F, Buric J, Carnesecchi S, Romoli S, Conti P. Spinal meningiomas in pregnancy: report of two cases and review of the literature. European journal of gynaecological oncology. 1996;17(5):384–8.
  7. Pamir MN, Ozduman K. Foramen magnum meningiomas. In: Pamir MN, Black PM, Fahlbush R, editors. Meningiomas: A Comprehensive text. Pennsylvania:Saunders. 2010. p.543–55.
  8. Lindsay KW, Bone I, Fuller G. Localised neurological disease and its management. In: Lindsay KW, Bone I, Fuller G , editors. Neurology and neurosurgery illustrated.5th ed. Philadelphia: Churchil livingstone.2010. p 302–28.
  9. Alluwimi I, Al-Anazi AR. Meningioma in Pregnancy. Bahrain Medical Bulletin, 2004;26(2):1–8.
  10. Lee JH, Sade B. The novel “CLASS” algorithmic scale for patient selection in meningioma surgery. In Lee JH. editor. Meningiomas: diagnosis, treatment, and outcome. London: Springer-Verlag.p 217–22.
  11. Marosi C, Hassler M, Roessler K, Reni M, Sant M, Mazza E, et al. Meningioma. Critical reviews in oncology/hematology. 2008;67(2):153–71.