Hubungan Lama Kerja Penggunaan Komputer dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome Petugas Administrasi RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Hari Budi Susetyo*, Fadil**, Fidiana**, Mudjiani B**, J. Ekowahono R**
* Peserta PPDS-1 Departemen Neurologi FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya
** Staf Pengajar Departemen Neurologi FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Abstract

         Latar belakang dan Tujuan: Carpal tunnel syndrome (CTS) umumnya dilaporkan pada kalangan profesional pengguna komputer. Insiden CTS telah dilaporkan tinggi di kalangan yang bekerja di kalangan pekerja kantor, terutama juru ketik dan bagian data masuk. Repetitif adalah faktor risiko yang secara luas telah dikenal untuk occupational CTS. Dimana terjadi peningkatan tekanan pada carpal tunnel.Petugas administrasi pendaftaran penderita adalah salah satu pekerjaan di lingkungan RSUD Dr.Soetomo yang berhubungan dengan pekerjaan repetitif data entry dalam hal penggunaan komputer dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja dan posisi tangan penggunaan komputer dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada petugas administrasi pendaftaran di RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Metode: Telah dilakukan pemeriksaan klinis dan nerve conduction study (NCS) saraf medianus pada 60 tangan dari 30 petugas pendaftaran penderita pengguna komputer di RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi periode Oktober 2012 – Desember 2012. Hasil: Rerata usia subyek penelitian ini 37,80 + 10,841. Subyek penelitian terdiri dari 54 wanita dan 6 pria. Rerata lama kerja dalam tahun 9,75 + 8,36. Rerata lama kerja jam/hari 6,02 + 1,367. Angka kejadian 89,6% untuk terjadinya CTS lama kerja tahun > 4000 jam bermakna dengan P = 0,021, RO 6,143 (CI 95% 1,406 – 26,842). Angka kejadian 87,8% untuk terjadinya CTS dengan posisi tangan ekstensi tidak bermakna dengan P = 0,263, RO 2,571 (CI 95% 0,644 – 10,270). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara lama kerja dengan kejadian CTS dan tidak didapat hubungan antara posisi tangan ekstensi dengan kejadian CTS.

Kata kunci:
Kejadian CTS, Lama Kerja, Posisi Tangan

Daftar Pustaka

  1. Ali KM, Sathiyasekaran BWC. Computer professionals and carpal tunnel syndrome (CTS). JOSE. 2006;12: 319-325.
  2. Aroori S et al. Carpal tunnel syndrome. The Ulster Medical Journal. 2008;77 (1): 6-17.
  3. Athorshi I, Gummenson C, Johnson R, Ornstein E, Ranstam J, Rosen I. Prevalence of carpal tunnel syndrome in a general population. JAMA. 1999; 282 (2):152-8.
  4. Bongers FJM et al. Carpal tunnel syndrome in general practice (1987 and 2001): incidence and the role of occupational and non occupational factors. Br J Gen Pract. 2007;57 (534):36-39.
  5. Freeldan AE et al. Ischemia-reperfusion injury as a common etiology of “idiopathic” carpal tunnel syndrome: biochemical and immunohistochemical evidence. In Luchetti R, Amalio P (Eds). Carpal Tunnel Syndrome. New York: Springer, pp42-46. 2002.
  6. Gorsche RG, Wiley JP, Renger RF, Brant RF, Gemer TY, Sasyniuk TM. Prevalence and incidence of carpal tunnel syndrome in a meat packaging plant. Occup Environ Med. 1999; 56:417–22.
  7. Gossel TA et al. Carpal tunnel syndrome: part 1: the condition, symptoms, and risk factors. Continuing Education for Pharmacists. 2008;XXII (8): 1-4.
  8. Hamann C et al. Prevalence of carpal tunnel syndrome and median mononeuropathy among dentists. JADA. 2001;13: 163-170.
  9. Jensen C, Finsen L, Sogaard K, Christensen H. Musculosceletal symptoms and duration of computer and mouse use. Int J Ind Ergron. 2002; 30: 265-75
  10. Liu C et al. Relationship between carpal tunnel syndrome and wrist angle in computer workers. Kaohsiung J Med Sci. 2003;19: 619-620.
  11. Mattioli S et al. Incidence rates of in-hospital carpal tunnel syndrome in the general population and possible association with maritl status. BMC Public Health. 2008;8: 374-375
  12. Norvell JG et al. Carpal tunnel syndrome. eMedicine last updated: November. 2007;13:1-11.
  13. Phillip E, Wright II. Carpal tunnel syndrome and ulnar tunnel syndrome and stenosing tenosynovitis. In: Canale ST editor. Campbell’s operative orthopaedics 9th ed. St. Louis, MO, USA: Mosby; 1998. P.3685-701.
  14. Poernomo H et al. Aspek klinis pemeriksaan EMNG. In Poernomo H, Basuki M, Widjaja D (Ed). Petunjuk Praktis Elektrodiagnostik, cetakan pertama. Surabaya: Airlangga University Press, hlm 228-232. 2003.
  15. Preston DC et al. Electromyographyand neuromuscular disorders: clinical-electrophysiologic correlation 2nd ed. Philadelphia: Elsevier, pp 255-279. 2005.
  16. Robert DB. Carpal tunnel syndrome. In: Cooney W, Linscheid RL., Dobyns JH, Editors. The Wrist Diagnosis and Operative Treatment. St Louis, MO, USA: Mosby; p 1197-233. 1998.
  17. Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar metodologi klinis. Edisi ketiga. Jakarta: Sagung Seto, 112-114. 2010.
  18. Stewart JD et al. Median nerve. In Brown WF, Bolton CF, Aminoff MJ (Eds). Neuromuscular Function and Disease: Basic, Clinical, and Electroiagnostic Aspects. Philadelphia: W.B. Saunders, pp 865-900. 2002.
  19. Werner RA et al. Carpal tunnel syndrome: pathophysiology and clinical neurophysiology. Clinical Neurophysiology. 113: 1373-1381. 2002.
  20. Yagev Y et al. Assessment of work-related risks factors for carpal tunnel syndrome. IMAJ. 2001;3: 569-571.