Hubungan Penurunan Kadar Asam Urat dengan Keparahan Klinis pada Pasien Stroke Trombotik Akut

Tarmizi,* Paulus Sugianto**
* Peserta PPDS-1 Neurologi FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya
** Staf Pengajar SMF/Departemen Neurologi FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Abstract

         Latar belakang: Stroke adalah salah satu penyebab kematian yang utama. Pada stroke iskemik akut terjadi peningkatan stress oksidatif dan penurunan kadar antioksidan, termasuk asam urat. Asam urat adalah salah satu antioksidan yang paling penting dalam plasma pada penelitian hewan coba, namun penelitian pada manusia hasilnya masih kontroversial. Beberapa penelitian telah meneliti hubungan kadar asam urat dengan stroke iskemik akut tetapi hasilnya masing-masing berbeda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perubahan kadar serum asam urat dengan NIHSS pada penderita stroke trombotik akut. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian prospective cohort. Subjek penelitian berjumlah lima puluh lima orang yang merupakan penderita stroke trombotik akut. Penderita dirawat di ruang saraf RSUD Dr. Soetomo/FK UNAIR periode Januari – September 2015. Pemeriksaan kadar serum asam urat dengan menggunakan Cobas C-501 dan defisit neurologis diukur dengan NIHSS pada saat 72 jam dan tujuh hari onset. Hasil dan korelasi dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Rerata usia subjek penelitian ini 55,3 ± 9,0 tahun. Subjek penelitian terdiri dari 31 laki-laki dan 24 perempuan. Rerata kadar asam urat saat masuk 4,9 ± 1,2 mg/dL dan pada saat 7 hari onset 4,7 ± 1,2 mg/dL. Rerata skala NIHSS saat masuk 6,6 ± 2,6 dan pada saat 7 hari onset 3,8 ± 2,8. Didapatkan 18 subjek (32,7%) yang mengalami penurunan kadar asam urat > 0,6 mg/dL, dimana 15 orang (83,3%) mengalami perbaikan klinis dengan nilai p<0,0001. Terdapat hubungan yang bermakna antara penurunan kadar asam urat dengan perbaikan klinis (NIHSS), RR 13,5 dengan nilai 95% IK (3,2 – 56,8). Kesimpulan: Penurunan kadar asam urat pada tujuh hari onset merupakan prediktor perbaikan klinis penderita stroke trombotik akut.

Kata Kunci:
Asam urat, NIHSS, Stroke trombotik akut

Daftar Pustaka

  1. Biller J, Love BB, Schneck JM. Vascular disease of the nervous system; ischemic cerebrovascular disease. In bradley’s neurology in clinical practice. 2012; 51A: 1003.
  2. Waring WS. Uric acid: an important antioxidant in acute ischaemic stroke. QJ Med, Association of Physicians. 2002; 95:691-3.
  3. Misbach J, Soertidewi L, Stroke: Aspek diagnostik, patofisiologi, manajemen. Kelompok Studi Stroke Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2011.
  4. Bowman GL, Shannnon J, Frei B, et al. Uric acid as cns antioxidant. J. Alzheimer Dis, 2010; 19 (6): 1331-1336.
  5. Brouns R, Annick W, De Vijver GV, De Surgeloose D, Sheorajpanday R, De Deyn PP. Decrease in uric acid in acute ischemic stroke correlates with stroke severity, evolution and outcome. Clin Chem Lab Med. 2010; 48(3): 383-390.
  6. Ciancarelli I, Caterina P, Carolei A, Antonio Carolei, Ciancarelli MGT. Oxidative stress in post-acute ischemic stroke patients: relevance of early intensive neurorehabilitation. J Neurol Neurophysiol. 2013; 4(3):1-4.
  7. Lamani S, Vishwanath HL. The role of serum uric acid in acute ischemic stroke. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. 2013; 4(4): 350-357.
  8. Kim SY, Guevara JP, Kim KM, Choi HK, Heitjan DF, Albert DA, Hyperuricemia and risk of stroke: a systematic review and metaanalysis. NIH Public Access. 2009; 61(7): 885–892.
  9. Chiquete E, Sandoval JL, Murillo BLM, Arauz A, Orozco VDR, Ochoa GA, et al. Serum uric acid and outcome after acute ischemic stroke: premier study. original paper. Cerebrovascular Disease. 2013; 35:168-174.