Terapi Okupasi pada Demensia Alzheimer

Akbar Satrianegara*, Yudha Haryono**
* Peserta PPDS Neurologi FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
** Staf Pengajar Dep/SMF Neurologi FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Abstract

Pendahuluan: Demensia dapat diartikan sebagai penurunan kognitif pada satu dari beberapa domain kognitif yang diikuti kesulitan dalam fungsi kognitifnya. Demensia alzheimer umumnya terjadi pada usia diatas 65 tahun. Sampai saat ini, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan demensia alzheimer dan terapi oral memiliki kelemahan jika digunakan pada pasien geriatric karena dapat memicu polifarmasi, sehingga perlu dipertimbangkan dan didiskusikan terlebih dahulu dalam pemberiannya. Beberapa pendekatan terapi non farmakologis telah banyak disebutkan, salah satunya terapi okupasi. Tujuan: Memberikan pengetahuan mengenai terapi okupasi sebagai pilihan terapi non farmakologis dalam penanganan demensia alzheimer. Kepustakaan: Demensia alzheimer secara khusus mengacu pada demensia yang secara progresif perlahan dengan disfungsi memori yang menonjol, memengaruhi fungsi intelektual dan menyebabkan ketergantungan penuh untuk fungsi dasar kehidupan sehari-hari. Proses patologi dari DA melibatkan daerah otak yang memiliki kemampuan plastisitas tinggi baik secara struktural maupun fungsional. Terapi non farmakologis saat ini mulai dikembangkan untuk menangani DA, salah satunya adalah terapi okupasi. Terapi okupasi memiliki peran untuk meningkatkan kemampuan fungsional dan kemandirian dengan menggunakan pendekatan gabungan. Kesimpulan: Peran terapi okupasi dalam rehabilitasi kognitif menggunakan pendekatan perspektif yang berpusat pada individu, yang melibatkan tidak hanya pasien namun keluarga dan orang disekitar pasien. Beberapa laporan studi atau penelitian tentang manfaat terapi okupasi pada DA masih bervariasi. Adanya peningkatkan fungsi hidup dasar, partisipasi sosial, dan menemukan cara bagi penderita DA untuk memiliki makna dan kesenangan hidup adalah kunci keberhasilan intervensi terapi okupasi.

Kata Kunci: Alzheimer, Demensia Alzheimer, Terapi Okupasi

Daftar Pustaka

  1. Dementia & Amnestic Disorders. In: Greenberg DA, Aminoff MJ, Simon RP, editors. Clinical Neurology. 8th ed. United States: Mc Graw Hill. 2012. p. 114-36
  2. Weller J, Budson A. Current understanding of Alzheimer’s disease diagnosis and treatment. F1000Research 2018; 7: 1-9.
  3. Mayeux R, Stern Y. Epidemiology of Alzheimer Disease. Cold Spring Harb Perspect Med 2012; 2: 1-18.14.
  4. Qiu C, Kivipelto M, Eva von Strauss. Epidemiology of Alzheimer’s disease:occurrence, determinants, and strategies toward intervention. Dialogues Clin Neurosci. 2009; 11: 111-28.
  5. Rizzi L, Rosset I, Roriz-Cruz M. Global Epidemiology of Dementia: Alzheimer’sandVascular Types. Bio Research Int 2014: 1-8.
  6. Turana Y, Tengkawan J, Suswanti I, Suharya DY, Riyadina W, Pradono J. Primary Prevention of Alzheimer’s Disease in Indonesia. IJOAR 2019; 2(40): 1-8.
  7. Neugroschl J, Wang S. Alzheimer’s Disease: Diagnosis and Treatment Across theSpectrum of Disease Severity. Mt Sinai J Med 2011; 78(4): 596–612.
  8. Matthews BR, Miller BL. Alzheimer’s disease. In: Miller BL, Boeve BF, editors. The Behavioral Neurology of Dementia. New York: Cambridge University Press. 2009. p. 56-73.
  9. Jin I. Alzheimer Disease. JAMA 2015; 313(14): 1488.
  10. Davis DHJ, Creavin ST, Noel-Storr A, Quinn TJ, Smailagic N, Hyde C et al. Neuropsychological tests for the diagnosis of Alzheimer’s disease dementia and other dementias: a generic protocol for crosssectional and delayed-verification studies. Cochrane Database of Systematic Reviews 2013; 3: 1-25.
  11. Tolea MI, Galvin JE. Current guidelines for dementia screening: shortcomings and recommended changes. Neurodegener Dis Manag 2013; 3(6): 565–73.
  12. Zucchella C, Sinforiani E, Tamburin S, Federico A, Mantovani E, Bernini S, et al. The Multidisciplinary Approach to Alzheimer’s
    Disease and Dementia. A Narrative Review of Non-Pharmacological Treatment. Multidisciplinary Approach to Alzheimer’s Disease and
    Dementia. A Narrative Review of Non-Pharmacological Treatment. Front. Neurol. 9:1058.
  13. Laver K, Cumming R, Dyer S, Agar M, Anstey KJ, Beattie E et al. Evidence-based occupational therapy for people with dementia
    and their families: What clinical practice guidelines tell us and implications for practice. Aust Occup Ther J 2016: 1-15.
  14. Sarsak HI. Overview: dementia and the role of occupational therapy practitioner. MOJ Yoga Physical Ther 2018; 3(4): 98–100.
  15. Pimouguet C, Le Goff M, Wittwer JO, Jean-Franc¸ Dartiguesa O, Helmer C. Benefits of Occupational Therapy in Dementia Patients: Findings from a Real-World Observational study. JAD 2017; 56: 509–17.
  16. Peralta P, Gascón A, Latorre E. Occupational Therapy Prevents Cognitive Impairment on Long-Term Care Residents. Phys Occup Ther Geriatr 2017; 14(16): 1-13.
  17. Smallfield S. Dementia and the Role of Occupational Therapy. American OccupationalTherapy Association, Available on: https:// www.aota.org/About-Occupational Therapy/Professionals/PA/Facts/ Dementia.aspx.
  18. Fang R, Ye S, Huangfu J, Calimag DP. Music therapy is a potential intervention for cognition of Alzheimer’s Disease: a mini-review. ransl. Neurodegener 2017; 6: 2-8.
  19. Phillips C. Lifestyle Modulators of Neuroplasticity: How Physical Activity, Mental Engagement, and Diet Promote Cognitive Health during Aging. Neural Plasticity 2017; 1-22.
  20. Piersol CP, Jensen L, Lieberman D, Arbesman M. Occupational Therapy Interventions for People With Alzheimer’s Disease. Am J Occup Ther 2018; 72(1):1-10.
  21. Epperly T, Dunay MA, Boice JL. Alzheimer Disease: Pharmacologic and nonpharmacologic Therapies for Cognitive and Functional Symptoms. Am Fam Physician. 2017; 95(11): 771-8.