Korelasi Kadar HMGB1 dalam Serum dengan Derajat Fungsional Neurologik pada Pasien Stroke Trombotik Akut

Aris Widayati*, Mohammad Saiful Islam**
* Peserta PPDS-1 Neurologi FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
** Staf Pengajar SMF/Departemen Neurologi FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Penulis Korespondensi: Mohammad Saiful Islam (msaifulislam1952@gmail.com)

Abstract

Pendahuluan: High mobility group box 1 (HMGB1), akhir-akhir ini diketahui sebagai salah satu mediator yang memicu proses inflamasi setelah terjadi iskemia di otak. Saat ini telah dikenal beberapa reseptor HMGB1 yang memerantarai proses inflamasi diotak yaitu RAGE, TLR2 dan TLR4. Ikatan HMGB1 dengan reseptornya akan menyebabkan kerusakan neuron    otak yang memberikan konstribusi perburukan defisit neurologi klinis. Beberapa studi menunjukkan bahwa kadar HMGB1 meningkat secara signifikan pada pasien stroke dibandingkan kelompok kontrol. Studi lain menunjukkan bahwa kadar HMGB1 yang tinggi setelah iskemia otak akan memperluas area infark. Tujuan: untuk mengetahui adanya korelasi antara kadar HMBG1 dalam serum dengan derajat fungsional neurologik yang diukur dengan NIHSS pada pasien stroke trombotik akut. Metode: Telah diukur kadar HMGB1 pada 43 pasien stroke trombotik akut yang di rawat di ruang saraf RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode September 2012 sampai Januari 2013 diukur kadar HMGB1 dengan metode ELISA – Sandwich menggunakan Indirect Capture Re Capture dan diukur derajat fungsional neurologik dengan NIHSS. Hasil: Rerata usia subyek penelitian  ini 60.40 ± 9.346 tahun. Subyek penelitian terdiri dari 24 wanita dan 19 pria. Rerata kadar HMGB1 serum adalah 62.57 ± 54.164 ng/ml. Rerata nilai NIHSS adalah 6.47 ± 3.261. Terdapat korelasi positif dengan kekuatan lemah antara kadarHMGB1 serum dengan nilai NIHSS pada pasien stroke trombotik akut yang bermakna secara statistik (r =  0.353 dan  p  =  0.02) Kesimpulan: Terdapat korelasi positif antara kadar HMGB1 dalam serum dengan derajat fungsional neurologik yang diukur dengan skala NIHSS pada pasien stroke trombotik akut.

Kata kunci: HMGB1, NIHSS, Stroke trombotik akut

Daftar Pustaka

  1. Alfa AY, Penatalaksanaan stroke fase akut. Dalam Andi B, Sofiati D (Eds). Neurology in Daily Practice. Bandung: Bagian Ilmu Penyakit Saraf UNPAD. 2010; hlm: 67 – 83.
  2. Deb P, Sharma S, Hassa KM, Pathophysiologic mechanism of acute ischemic stroke: An overview with emphasis on therapeutic significance beyond thrombolysis. J.pathophys. 2010; 17:197 – 218.
  3. Hayakawa K et al, Delayed treatment with minocycline ameliorates neurologic impairment through activated microglia expressing a high mobility group box 1- inhibiting mechanism. 2008; 39: 951 – 958
  4. Hayakawa K et al, Astrocytic high –mobility group 1promotes endothelial progenitor cell mediated neurovascular remodeling during stroke recovery. PNAS. 2012; 1: 1 – 6.
  5. Magnus T et al, Immune mechanism of Curr Opin Neurol. 2012; 25 (3): 334 – 340.
  6. Tang S et al, Functional role of soluble receptor for advance glycation end products in stroke. Arteriosler Thrombvasc Biol. 2013; 33: 1-10.
  7. Wang Y et al, Toll- like receptors in cerebral ischemic inflammatory injury. J neuroinflammation.2011; 8 (134): 1-11.
  8. Yang Q et al, High mobility group protein box1 and its relevance to cerebral ischemia. J Cereb Blood Flow Metab. 2010; 30: 243 – 254.
  9. Yang Q et al, HMGB1 mediates ischemia – reperfusion injury     by TRIF – adaptor independent Toll- like receptor 4 signaling.       J Cereb Blood Flow Metab. 2011; 31: 593-605